KONSULTASI SEGALA PERMASALAHAN HIDUP

Hakikat Khodam/Perewangan

06/06/2012 14:09

Sebenarnya dalam tubuh kita memang ada malaikat yang senantiasa mencatat perbuatan kita. Sebagaimana ayat Al-Qur’an menyebutkan :
“Tiada satu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”
(Surah Qaf ayat 18).
Di sini menunjukkan bahwa malaikat itu (Raqib dan Atid) diberi tugas untuk mencatat amal perbuatan kita untuk kemudian dilaporkan kepada Allah pada Hari Kiamat. Malaikat itu tidak diberi tugas menghamba kepada kita untuk menjadi khadam. Untuk tataran malaikat, tak mungkin manusia bisa memerintahnya apalagi mengendalikannya. Malaikat memiliki pekerjaan yang telah ditentukan oleh Allah. Para malaikat itu telah memiliki tugas sendiri dari Allah yang tidak diwakilkan dan tidak pula digantikan. Karena itu jika pengertian khadam ditujukan kepada malaikat, maka hal itu tidaklah mungkin.
Memang pada beberapa buku hikmah disebutkan adanya beberapa malaikat yang mengawal ayat-ayat Al-Qur’an serta asma-asma Allah yang indah (asma al-Husna). Namun ini pun tidak bisa diartikan menjadi khadam kita.
Misalnya pada asma Allah Al-Hasib, menurut Imam al-Buni nama itu dikawal oleh malaikat Matha’il. Pada asma Allah al-Karim dikawal malaikat Kalya’il. Namun, para malaikat itu sudah ditugasi Allah sesuai dengan pekerjaannya. Misalnya, Malaikat Kalya’il akan bertugas mengawal asma Allah al-Karim agar melancarkan rezeki pembacanya. Maka, ketika asma Allah itu dibaca oleh seseorang, maka malaikat itu mengerjakan tugasnya yang telah diberikan Allah, bukan dalam rangka mengikuti kehendak kita. Tapi, hal tersebut akan mungkin terjadi pada kalangan jin yang memiliki nafsu, keinginan, dan “kenakalan” sebagaimana manusia. Namun, sejauh mana kemampuan memiliki khadam yang bisa mempengaruhi majikannya, misalnya menambah kekayaan dan lain sebagainya.
Yang jelas, yang harus Anda ingat, jin itu tak ubahnya seperti manusia juga. Ia hamba Allah semata yang tak memiliki kemampuan memberi dan kemuliaan lainnya. Hanya, karena jin itu bersifat tak tampak, maka hal tersebut dijadikan kelebihan dari manusia. Misalnya, jin bisa disuruh mencuri informasi. Tapi, banyak ulama yang meragukan informasi yang diberikan jin, mengingat jin dianggap lebih nakal dari manusia. Seburuk-buruknya manusia, masih lebih baik daripada jin yang terbaik.
Untuk menaklukkan jin tentu saja tidak mudah. Anda harus kuat olah batinnya. Jika tidak, justru Anda yang akan tejermus pada hal-hal yang tak diinginkan. Misalnya, karena tak kuat mengamalkan wiridnya, bisa terganggu pikirannya. Bahkan, bisa jadi justru Anda nanti yang akan menjadi khaddam jin.
Menurut hemat kami, sesuai dengan usia Anda yang masih muda, tak perlu mencoba menguasai hal-hal seperti itu. Anda—dan juga kami—lebih baik hidup wajar seperti Rasulullah (saw). Hidup sederhana dan apa adanya. Tidak menuntut banyak dan menjalani hidup dengan penuh keikhlasan. Maka, perkuatlah batin Anda dengan ilmu dan amal, sehigga membawa Anda pada martabat yang lebih tinggi di sisi Allah. Anda pun akan bisa menguasai segala hal yang diinginkan, tentunya atas izin Allah (Swt).

Contact

Muchtar Sanjaya

seruntingsakti99@gmail.com

Jl. Sapta Marga RT. 03 Rw. 02 No. 113 Kel. Pagar Agung Lahat Sumsel.

0857 - 49481172

Search site

© 2011 All rights reserved.

Create a free websiteWebnode